Langsung ke konten utama

Penuh keterpaksaan

Kapan kita keluar ?

Hari yang sama di tempat yang sama. Pula.

Jelas-jelas kami bukan lah kalian, kami adalah diri kami sendiri. Gabungan dari pemikiran yang dimasak matang, melakukan dengan segenap raga. Tapi jangan lupa, sinkron-kan dulu dengan hati. Agar hasilnya tak jauh melenceng dengan apa yang kita pikirkan.

Siapa kami dan Kenapa kami ada, itu urusan kami ; Otak , Raga , dan Hati

Kenapa hati kami terakhirkan, dan bukannya seharusnya kita dulukan? Jawaban itu adalah karena kami tak mau menghiperbolakan masalah dunia dengan segala kelebihannya, yaitu lebay. Maka dari itu kami utamakan dulu otak/pikiran, agar kami mampu berpikir logis atas terjadinya suatu masalah. Bukannya melebihkan masalah dan menumpuk masalah yang baru, itulah hati.

Dia tak beruang, dan tak berisi. Itu hanyalah nafsu, dan segala kewarasan tentang dunia. Hati
Berpikir logis tentang masalah saat ini, seperti echkart tolle dalam bukunya 'The Power Of Now' buku ini tebal, setebal buku buku lainnya yang bergenre motivasi. Echkart berbicara "Masa sekarang adalah saat ini, bersyukurlah tentang masa kini sepertu kamu sendiri yang telah melakukannya" , Banyak quote. Dan jujur saja di buku ini, kita bisa melihat semua kekurangan manusia dalam satu bentuk, yaitu berfikir. 

Befikir nanti, berfikir dulu, berfikir jauh. Tapi, kapan berfikir sekarang?

Itulah mengapa banyak manusia yang jatuh dalam dunia hitam. Kita lihat saja mereka yang dengan senang hati menjajakan tubuh demi segepok uang, yang kita tahu dan mereka tahu. Uang itu tak akan membantu banyak dalam kehidupannya, baik di dunia maupun di akhirat.

Penuh keterpaksaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencoba menulis tanpa menggunakan majas hiperbola.

Perih sudah hati ini melihat ribuan manusia tak bernyawa berjalan di jalan yang sama. Hai Kamunya :D Dalam setiap artikel yang kubaca hampir semuanya menaruh kalimat pembuka yang berupa basa-basi. Ehehehe Maaf kalau dalam artikel ku kali ini tak ada kalimat basa basi seperti halnya terdapat di setiap artikel atau tulisan Blog. Apa kabar kawan ? - Aku baik-baik saja disini, kuharap kalian pula seperti halnya diriku. Maafkan saya jika perbuatan tercela itu melanggar janji untuk tidak pulang ke jawa. Aku sangat yakin jika kalian sudi untuk memaafkan saya. Aku sudah lama hidup di Jawa, solo adalah jawaban dari kenyamanan yang tidak bisa kudapat dari Balikpapan. Tapi kalian adalah kenyamanan abadi tentang hubungan pertemanan, maaf jika kata yang kupilih adalah "abadi" kalimat yang mengandung majas hiperbola, kurasa sah - sah saja nyatanya aku memang tak sebegitu nyaman dengan hubungan pertemanan, mulai dari aku menginjak tk sampai tamat smp. Aku melabelkan sekolah sebagai sara...

Hidup adalah pilihan

YOUR CHOICE!  Tenggelam dalam dunia gelap, terbawa arusnya jaman dan selalu bertanya dimanakah TUHAN-ku Hidupku bagaikan orang lumpuh yang sebenernya ngga lumpuh, , di umur 18 tahun ini kusebut dengan massa blank space atau area yang hilang. Setiap hari yang diriku lakukan hanya melihat keindahan hidup orang lain, selalu muak dengan kehidupan sendiri, dan menjadi pribadi yang gag jauh beda dengan sekantong sampah!. Lucu memang diriku sendiri lah yang membuka aib, tapi yang pengen ku share ke kalian jangan seperti diriku jadi lah diri sendiri. Pilihlah jalan yang menurut kalian itu lah jati diri hidup kalian sendiri, setiap orang punya ritme yang berbeda tapi yang penting pastikan kalian tidak menyerah atau memutuskan jalan yang salah Balikpapan       07 July 2015

GELAP.

Gelap adalah sebuah cerpen yang saya remake dari cerpen "Aku tidak akan pulang, sebab aku tidak akan pernah pergi" dari Bella trinur hayati. Disini Seberkas cahaya masuk diantara celah cendela yang tertutup rapat. Dengan perlahan delia mulai membuka kedua matanya, Ferdi suami Delia duduk disamping Delia, ia tidak sabar melihat reaksi delia saat melihatnya. Rasa cinta Ferdi terhadap Delia memanglah tak bisa diragukan lagi, tapi dengan keadaan Delia saat ini Ferdi mulai ragu dengan perasaanya terhadap Delia. Mungkin mengubur perasaan cinta terhadap Delia akan lebih logis dengan realita sikap Delia yang berubah-ubah setiap harinya. Delia mengamati jelas foto yang terpampang disudut kamar, Delia merasa pernah melihat pria yang ada didalam foto dengan apa yang ia mimpikan tadi malam. “Selamat pagi Del, mau langsung mandi atau sarapan dulu?” sapa Ferdi dengan senyum menawan. “Siapa kamu?!” Tanya Delia terkejut melihat pria yang ia tidak kenal duduk disampingnya. ...