Langsung ke konten utama

Hanya aku yang lebay

Disni guwe pengen menceritakan ke kalian kisah masa kecil guwe. Terkadang guwe merasa hina saat melihat masa lalu, di beberapa kondisi, ada niatan buat share cerita ini, pengalaman guwe. Tapi tak jarang juga, niatan itu guwe urungkan, dengan alasan aib. Sekarang! Ngga ada alasan buat guwe ngga nulis ini, iya guwe udah berubah, Karena niat guwe sekarang, nulis ini, pengalaman pahit guwe ini dengan niat pengen ngasih tau ke kalian semua kalau ; Tuhan punya alasan sendiri menciptakan kita, termasuk guwe dan kekurangannya.

Anak Sopir Taksi
Apa salahnya jadi anak dari seorang sopir taksi? Kenapa para anak-anak sekelas terus meneriakiku dengan sebutan 'taksi'. Apa karena tampilanku yang terlihat lemah dan pantas untuk menerima segala cacian mereka, yang tak jarang juga perlakuan jahat mereka.

Awalnya
   Beda dan aneh, kedua kata yang menggambarkan kenanganku di masa lalu.

Terlahir sebagai pemilik bintang capicorn, tak ada yang kurang dalam tubuhku, semua ada seperti manusia normal lainnya. Tapi itu berubah saat aku berumur 5 tahun. Bukan saat negara api menyerang (HE he he).

 Berawal pada suatu minggu di masa kecilku, ibu mengajakku ke pasar palur. Pasar yang tak jauh dari rumah. Pasar ini menjadi pasar induk di kawasan palur dan daerah sekitarnya. Pada masa kecilku dulu, pasar ini selalu ramai oleh pengunjung, aku sangat akrab dengan pasar ini, hampir setiap hari aku berkunjung ke pasar ini, karena di samping pasar terdapat sebuah terminal yang menjadi tempatku transit angkot. Menuju sekolah dan peluang kerumah. Tak perlu berlama lama, ini ceritaku tentang hari itu, hari yang takkan pernah kulupakan dalam hidup. Awal dari segalanya.

Tampak banyak orang yang melihatku, setelah aku melewati gerbang pintu pasar. Satu demi satu lapak penjual kulewati, terlihat para penjual dan pembeli saling melakukan aktivitasnya masing masing, bau segar ikan sampai bau busuk sampah yang tak terawat tercium baunya. Tapi ada yang aneh, kenapa banyak yang melihatku. Tatapan nya juga aneh, apakah mereka melihatku? Dengan keramaian pasar yang begitu riuh ramai oleh aktivitas orang, kukira tatapan itu tak tertuju untukku, mudah saja saat itu aku beranggapan begitu. Ya karena faktor banyak orang lah, tapi anggapan skeptis itu tak bertahan lama, beberapa menit aku menyadari ternyata tatapan itu, memang ditujukan untukku. "Emangnya aku apa?" aku terus bertanya dalam hatiku, sembari terus mengikuti alur belanja ibu. Ibu tak merasakan ada hal aneh berada di sekitarnya, dia tak melihat itu. Hanya sibuk dengan bahan makanan yang akan ia beli. Aku melihat diriku sendiri, "Ah mungkin karena aku anak kecil yang memakai baju tsubasa" aku tetap berpositif thingking. Dan perjalanan aneh itu, ditutup oleh ibu yang keluar dari gerbang pasar.

Pengakuan
Aku memiliki kulit dengan bagiang luarnya memiliki lapisan 'tipis', mudahnya gini ; jika orang normal tergigit nyamuk akan merasakan gatal saja, maka itu terjadi juga kepadaku, tapi rasa gatal yang kurasakan itu adalah 2x lipat dari yang kalian rasakan. Imbasnya akan terjadi bengkak dan jika aku tidak kuat untuk menahan rasa gatal tersebut, dengan reflek bagian telapak tanganku akan menggaruk bagian itu. Alhasil kulitku terkelupas, dengan sendirinya. Masa regenerasi kulit baru di bagian terkelupas itu akan mengalami waktu yang cukup lama. Dan menghasilkan kulit dengan fleg hitam, hasil tidak sempurnanya regenerasi kulitku

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, selain bermasalah dengan nyamuk, ternyata aku memiliki alergi pula, yaitu dengan kacang dan telot. Dua makanan kesukaanku, wajar jika aku sering mengalami bintul-bintul merah diseluruh kujur tubuhku. Namanya cinta, walaupun harus menerima karma setelah memakan dua makanan favoritku ini tetap aku makan juga pantangan ini. Ternyata ini hanya cinta monyet, setelah itu penyesalan tiada tara aku rasakan, karena harus menahan rasa gatal yang bukan main rasanya.

Kutukan tuhan
Belakangan aku baru menyadari, ternyata kulitku ini buah oleh oleh dari kakekku. Gen kakek menurun deras kepadaku, aku penerus dari keluarga ibu yang memiliki kulit seperti ini. Sebelum kutahu, dulu kukira kulitku ini adalah sebuah kutukan dari tuhan, bukan tanpa sebab aku memikirkan itu karena dari keluargaku yang terdiri dari bapak, ibu dan kakak. Hanya aku yang memiliki kelebihan ini. Kubilang kelebihan karena hanya aku yang mengalami ini, sudah pasti tuhan mengistemawakan aku dari hamba-hamba lainnya, yang memiliki kulit biasa.

Gudiken
Aku punya pengalaman lucu, menurutku ini lucu. Seperti ernest yang mengalami deskriminasi di masa sekolah, ia menulis semua pengalamannya dalam trilogi buku 'NGENEST'. Disitu aku tahu, ternyata kenangan buruk di masa lalu itu paling enak buat diketawain, begitu juga denganku. Buat apa balas dendam, toh pasti ada hikmahnya. Ya gak?

Aku punya nama lain semasa duduk di kursi sd, maupun smp. Biar lebih gaul aku pakai istilah a.k.a, biar kayak film luar negri. Begini nama a.k.a diriku ;
- SD = Renaldy Muhammad Iqbal a.k.a Gudiken a.k.a Boreken a.k.a taksi
- SMP = Renaldy Muhammad Iqbal a.k.a Borekseks a.k.a Sekrupen
Dan satu lagi panggilan favoritku yang diberikan khusus oleh musuhku, yaitu manusia robot. Kenapa demikian? aku pun juga tidak tahu. Tapi setelah kelulusan smp, aku bertanya kepada dia, kenapa dia memanggil aku 'manusia robot' dan itu karena saat dia melihatku dari jauh tampak aku seperti manusia yang memiliki banyak sekrup. Hahaha. Jika teringan masa itu, aku hanya bisa tertawa kecut. Asem!

Berlebihan menanggapi situasi
Bapak mengajariku arti hidup yang paling penting dalam kehidupan. Yaitu Do it now! / Lakukan sekarang. Dan jika kita menanggapi suatu masalah secara berlebihan maka bukannya masalah yang terselesaikan, malah menjadi menumpuk dan terasa makin berat. Ini berbeda jika kita menanggapi masalah dengan perlakuan santai dan biasa.

Aku ingat dulu, waktu aku berusia 7 tahun, saat suatu malam. Aku tidak bisa tidur, diruang tamu yang sangat sepi aku memikirkan bagaimana rencana kabur dari rumah. Aku tak kuat menghadapi masalah bullying yang terjadi di sekolah. Itu semua karena pikiranku yang berpikir liar, seolah-olah aku akan dibunuh jika bersekolah.Tapi nyatanya engga! Hanya aku yang lebay.

Hidup indah untuk ditertawakan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencoba menulis tanpa menggunakan majas hiperbola.

Perih sudah hati ini melihat ribuan manusia tak bernyawa berjalan di jalan yang sama. Hai Kamunya :D Dalam setiap artikel yang kubaca hampir semuanya menaruh kalimat pembuka yang berupa basa-basi. Ehehehe Maaf kalau dalam artikel ku kali ini tak ada kalimat basa basi seperti halnya terdapat di setiap artikel atau tulisan Blog. Apa kabar kawan ? - Aku baik-baik saja disini, kuharap kalian pula seperti halnya diriku. Maafkan saya jika perbuatan tercela itu melanggar janji untuk tidak pulang ke jawa. Aku sangat yakin jika kalian sudi untuk memaafkan saya. Aku sudah lama hidup di Jawa, solo adalah jawaban dari kenyamanan yang tidak bisa kudapat dari Balikpapan. Tapi kalian adalah kenyamanan abadi tentang hubungan pertemanan, maaf jika kata yang kupilih adalah "abadi" kalimat yang mengandung majas hiperbola, kurasa sah - sah saja nyatanya aku memang tak sebegitu nyaman dengan hubungan pertemanan, mulai dari aku menginjak tk sampai tamat smp. Aku melabelkan sekolah sebagai sara...

Hidup adalah pilihan

YOUR CHOICE!  Tenggelam dalam dunia gelap, terbawa arusnya jaman dan selalu bertanya dimanakah TUHAN-ku Hidupku bagaikan orang lumpuh yang sebenernya ngga lumpuh, , di umur 18 tahun ini kusebut dengan massa blank space atau area yang hilang. Setiap hari yang diriku lakukan hanya melihat keindahan hidup orang lain, selalu muak dengan kehidupan sendiri, dan menjadi pribadi yang gag jauh beda dengan sekantong sampah!. Lucu memang diriku sendiri lah yang membuka aib, tapi yang pengen ku share ke kalian jangan seperti diriku jadi lah diri sendiri. Pilihlah jalan yang menurut kalian itu lah jati diri hidup kalian sendiri, setiap orang punya ritme yang berbeda tapi yang penting pastikan kalian tidak menyerah atau memutuskan jalan yang salah Balikpapan       07 July 2015

GELAP.

Gelap adalah sebuah cerpen yang saya remake dari cerpen "Aku tidak akan pulang, sebab aku tidak akan pernah pergi" dari Bella trinur hayati. Disini Seberkas cahaya masuk diantara celah cendela yang tertutup rapat. Dengan perlahan delia mulai membuka kedua matanya, Ferdi suami Delia duduk disamping Delia, ia tidak sabar melihat reaksi delia saat melihatnya. Rasa cinta Ferdi terhadap Delia memanglah tak bisa diragukan lagi, tapi dengan keadaan Delia saat ini Ferdi mulai ragu dengan perasaanya terhadap Delia. Mungkin mengubur perasaan cinta terhadap Delia akan lebih logis dengan realita sikap Delia yang berubah-ubah setiap harinya. Delia mengamati jelas foto yang terpampang disudut kamar, Delia merasa pernah melihat pria yang ada didalam foto dengan apa yang ia mimpikan tadi malam. “Selamat pagi Del, mau langsung mandi atau sarapan dulu?” sapa Ferdi dengan senyum menawan. “Siapa kamu?!” Tanya Delia terkejut melihat pria yang ia tidak kenal duduk disampingnya. ...